"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyebah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapamu dengan sebaik-baiknya, apabila salah seorang di antara kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu"
*Surah Al-Isra' : ayat 23
"Daripada Abu Abdul Rahman Abdullah bin Mas'ud beliau berkata: Saya bertanya kepada Nabi SAW. Amalan apakah yang paling disukai oleh Allah SWT? Baginda bersabda: Solat pada awal waktunya. Saya bertanya lagi: Kemudian apa lagi ya Rasulullah? Baginda bersabda: Berbuat baik kepada kedua orang tua. Saya bertanya lagi: Kemudian apa lagi? Baginda bersabda: Berjihad di jalan Allah"
*Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim.
Wednesday, July 29, 2009
Tuesday, July 28, 2009
Pesanan kepada anak masa kini...
"Ketika engkau masih kecil
tangan ini yang memberimu makan
Engkau minum juga
aku yang tuangkan
Apabila dirimu sakit
aku yang berjaga semalaman."
"Kerana sakitmu itu
aku yang mengeluh kerisauan
Tetapi....
di saat engkau dewasa dan mencapai tujuan
Kulihat pada dirimu
apa yang tak kuharapkan
Kau balas aku dengan kekasaran."
'Seakan-akan nikmat dan anugerah
engkau yang berikan."
*petikan petikan syair pengaduan seorang lelaki kepada Rasulullah SAW.
Jangan jadi seperti ini:
Monday, July 6, 2009
Bingkisan tinta terlukis gambaran jiwa...
Gerhana Matahari 29 Mac 2006, Turki.
Kau datang
Tatkala mentari menyingsing sinar
Tatkala sang unggas megah bertebaran
Tatkala lautan langit bebas membiru
Tatkala awan merunduk sepi
Tanggal 29 Mac 2006..... Turki.
Kau datang
Bersama alunan irama bayu
Menongkah asyik merungkai lamunan
Menusuk telus ke dasar hati
Penantian sang pencintamu
Menggelodak debaran rasa yang tidak pasti.
Kau datang
Mematikan jutaan pandangan
Tertumpu kepada sentuhan pertamamu
Itulah janji Yang Maha Kuasa
Tanpa prejudis tanpa prasangka
Detik, masa dan ketika
Mengangkat tangan sang pencinta
Mensyukuri mengagungkan ciptaan-Mu.
Kau datang
Mengganggu ketenangan tasik air biru
Kocakan halus penuh di permukaan
Jelmaan bayang di segenap pelosok
Sabit ?!! Tiada gahnya sang mentari
Terpegun... Sang pencintamu.
Kau datang
Bagai hembusan merdu mengasyikkan
Terus berlalu meniti lamunan sang pencinta
Menyerlah sinar sang cincin berlian
Terpaku... Tanpa kata dan bicara
Hanya pada-Mu..... Subhanallah.
Kau datang
Membawa nostalgia menyemat kenangan
Hamparan suasana pincang di tengah hari
Tatkala terang dinodai gelita
Bagai siang pabila terbenam sang suria
Merenggut kedamaian hati unggas di taman
Ke sana... Ke sini.... Tanpa arah tujuan
Kau datang
Hanya seketika dilambung ombak gerhana
Alunan irama bayu kembali menerpa
Membawa ketenangan di tasik air biru
Hilang gelita, mentari menjelma.
Kau pergi
Membawa kenangan nostalgia terindah
Diiringi doa dan harapan sang pencinta
Agar nanti bersua kembali
Amin.... Ya Rabbal'alamin.
©dinperak 2009
Kau datang
Tatkala mentari menyingsing sinar
Tatkala sang unggas megah bertebaran
Tatkala lautan langit bebas membiru
Tatkala awan merunduk sepi
Tanggal 29 Mac 2006..... Turki.
Kau datang
Bersama alunan irama bayu
Menongkah asyik merungkai lamunan
Menusuk telus ke dasar hati
Penantian sang pencintamu
Menggelodak debaran rasa yang tidak pasti.
Kau datang
Mematikan jutaan pandangan
Tertumpu kepada sentuhan pertamamu
Itulah janji Yang Maha Kuasa
Tanpa prejudis tanpa prasangka
Detik, masa dan ketika
Mengangkat tangan sang pencinta
Mensyukuri mengagungkan ciptaan-Mu.
Kau datang
Mengganggu ketenangan tasik air biru
Kocakan halus penuh di permukaan
Jelmaan bayang di segenap pelosok
Sabit ?!! Tiada gahnya sang mentari
Terpegun... Sang pencintamu.
Kau datang
Bagai hembusan merdu mengasyikkan
Terus berlalu meniti lamunan sang pencinta
Menyerlah sinar sang cincin berlian
Terpaku... Tanpa kata dan bicara
Hanya pada-Mu..... Subhanallah.
Kau datang
Membawa nostalgia menyemat kenangan
Hamparan suasana pincang di tengah hari
Tatkala terang dinodai gelita
Bagai siang pabila terbenam sang suria
Merenggut kedamaian hati unggas di taman
Ke sana... Ke sini.... Tanpa arah tujuan
Kau datang
Hanya seketika dilambung ombak gerhana
Alunan irama bayu kembali menerpa
Membawa ketenangan di tasik air biru
Hilang gelita, mentari menjelma.
Kau pergi
Membawa kenangan nostalgia terindah
Diiringi doa dan harapan sang pencinta
Agar nanti bersua kembali
Amin.... Ya Rabbal'alamin.
©dinperak 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)